Get me outta here!

Rabu, 30 September 2020

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA

Koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok diterapkan di Indonesia. Karena sifat masyarakatnya yang kekeluargaan dan kegotongroyongan, sifat inilah yang sesuai dengan azas koperasi saat ini. Sejak lama bangsa Indonesia telah mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan Koperasi. Kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang turun-temurun itu dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia di antaranya adalah Arisan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, paketan, mitra cai dan ruing mungpulung daerah Jawa Barat, Mapalus di daerah Sulawesi Utara, kerja sama pengairan yang terkenal dengan Subak untuk daerah Bali, dan Julo-julo untuk daerah Sumatra Barat merupakan sifat-sifat hubungan sosial, nonprofit dan menunjukkan usaha atau kegiatan atas dasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan.

Bentuk-bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, hubungan social, nonprofit dan kerjasama disebut Pra Koperasi. Pelaksanaan yang bersifat pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globlisasi terus merambat ke pedesaan.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ).

Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru tersebutdengan sebaik-baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya. Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yang tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah.

Dalam kemiskinan dan kemelaratan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi. Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze memelopori Koperasi Simpan Pinjam. Di Perancis, muncul tokoh-tokoh koperasi seperti Charles Fourier, Louis Blance, dan Ferdinand Lassalle. Demikian pula di Denmark. Denmark menjadi Negara yang paling berhasil di dunia dalam mengembangkan ekonominya melalui koperasi.

Kemajuan industri di Eropa akhirnya meluas ke Negara-negara lain, termasuk Indonesia. Bangsa Eropa mulai mengembangkan sayap untuk memasarkan hasil industri sekaligus mencari bahan mentah untuk industri mereka. Pada permulaannya kedatangan mereka murni untuk berdagang. Nafsu serakah kaum kapitalis ini akhirnyaberubah menjadi bentuk penjajahan yang memelaratkan masyarakat.

Bangsa Indonesia, misalnya dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad dan setelah itu dijajah Jepang selama 3,5 tahun. Selama penjajahan, bangsa Indonesia berada dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Penjajah melakukan penindsan terhadap rakyat dan mengeruk hasil yang sebanyak-banyaknya dari kekayaan alam Indonesia. Penjajahan menjadikan perekonomian Indonesia terbelakang. Masyarakat diperbodoh sehingga dengan mudah menjadi mangsa penipuan dan pemerasan kaum lintah darat, tengkulak, dan tukang ijon.

Koperasi memang lahir dari penderitaan sebagai mana terjadi di Eropa pertengahan abad ke-18. Di Indonesia pun koperasi ini lahir sebagai usaha memperbaiki ekonomi masyarakat yang ditindas oleh penjajah pada masa itu.

Untuk mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia, sejarah perkembangan koperasi Indonesia secara garis besar dapat dibagi dalam “ dua masa ”, yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan.

Koperasi di Indonesia sebelum merdeka.

Pada zaman penjajahan banyak rakyat Indonesia yang hidup menderita, tertindas, dan terlilit hutang dengan para rentenir. Beberapa tahap penting mengenai perkembangan koperasi di Indonesia :

Karena hal tersebut pada tahun 1896, patih purwokerto yang bernama R. Aria Wiriaatmadja mendirikan koperasi kredit untuk membantu para rakyat yang terlilit hutang.

Lalu pada tahun 1908, perkumpulan Budi Utomo memperbaiki kesejahteraan rakyat melalui koperasi dan pendidikan dengan mendirikan koperasi rumah tangga, yang dipelopori oleh Dr.Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo.

Setelah Budi Utomo sekitar tahun 1911, Serikat Dagang Islam (SDI) dipimpin oleh H.Samanhudi dan H.O.S Cokroaminoto mempropagandakan cita-cita toko koperasi (sejenis waserda KUD), hal tersebut bertujuan untuk mengimbangi dan menentang politik pemerintah kolonial belanda yang banyak memberikan fasilitas dan menguntungkan para pedagang asing. Namun pelaksanaan baik koperasi yang dibentuk oleh Budi Utomo maupun SDI tidak dapat berkembang dan mengalami kegagalan, hal ini karena lemahnya pengetahuan perkoperasian, pengalaman berusaha, kejujuran dan kurangnya penelitian tentang bentuk koperasi yang cocok diterapkan di Indonesia.

Upaya pemerintah kolonial belanda untuk memecah belah persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia ternyata tidak sebatas pada bidang politik saja, tapi kesemua bidang termasuk perkoperasian. Hal ini terbukti dengan adanya undang-undang koperasi pada tahun 1915, yang disebut “Verordening op de Cooperative Vereenigingen” yakni undang-undang tentang perkumpulan koperasi yang berlaku untuk segala bangsa, jadi bukan khusus untuk Indonesia saja.

Undang-undang koperasi tersebut sama dengan undang-undang koperasi di Nederland pada tahun 1876 (kemudian diubah pada tahun 1925), dengan perubahan ini maka peraturan koperasi di indonesia juga diubah menjadi peraturan koperasi tahun 1933 LN no.108. Di samping itu pada tahun 1927 di Indonesia juga mengeluarkan undang-undang no.23 tentang peraturan-peraturan koperasi, namun pemerintah belanda tidak mencabut undang-undang tersebut, sehingga terjadi dualisme dalam bidang pembinaan perkoperasian di Indonesia.

Meskipun kondisi undang-undang di indonesia demikian, pergerakan dan upaya bangsa indonesia untuk melepaskan diri dari kesulitan ekonomi tidak pernah berhenti, pada tahun 1929, Partai Nasionalis Indonesia (PNI) di bawah pimpinan Ir.Soekarno mengobarkan semangat berkoperasi kepada kalangan pemuda. Pada periode ini sudah terdaftar 43 koperasi di Indonesia.

Pada tahun 1930, dibentuk bagian urusan koperasi pada kementrian Dalam Negeri di mana tokoh yang terkenal masa itu adalah R.M.Margono Djojohadikusumo.

Lalu pada tahun 1939, dibentuk Jawatan Koperasi dan Perdagangan dalam negeri oleh pemerintah.

Dan pada tahun 1940, di Indonesia sudah ada sekitar 656 koperasi, sebanyak 574 koperasi merupakan koperasi kredit yang bergerak di pedesaan maupun di perkotaan.

Setelah itu pada tahun 1942, pada masa kedudukan jepang keadaan perkoperasian di Indonesia mengalami kerugian yang besar bagi pertumbuhan koperasi di Indonesia, hal ini disebabkan pemerintah jepang mencabut undang-undang no.23 dan menggantikannya dengan kumini (koperasi model jepang) yang hanya merupakan alat mereka untuk mengumpulkan hasil bumi dan barang-barang kebutuhan jepang.

Koperasi di Indonesia setelah merdeka

Keinginan dan semangat untuk berkoperasi yang hancur akibat politik pada masa kolonial belanda dan dilanjutkan oleh sistem kumini pada zaman penjajahan jepang, lambat laun setelah Indonesia merdeka kembali menghangat. Apalagi dengan adanya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, pada pasal 33 yang menetapkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, maka kedudukan hukum koperasi di Indonesia benar-benar menjadi lebih mantap.

 Dan sejak saat itu Moh.Hatta sebagai wakil presiden Republik Indonesia lebih intensif mempertebal kesadaran untuk berkoperasi bagi bangsa Indonesia, serta memberikan banyak bimbingan dan motivasi kepada gerakan koperasi agar meningkatkan cara usaha dan cara kerja, atas jasa-jasa beliau lah maka Moh.Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Beberapa kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan koperasi di Indonesia :

  • Pada tanggal 12 Juli 1947, dibentuk SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia) dalam Kongres Koperasi Indonesia I di Tasikmalaya, sekaligus ditetapkannya sebagai Hari Koperasi Indonesia.
  • Pada tahun 1960 dengan Inpres no.2, koperasi ditugaskan sebagai badan penggerak yang menyalurkan bahan pokok bagi rakyat. Dengan inpres no.3, pendidikan koperasi di Indonesia ditingkatkan baik secara resmi di sekolah-sekolah, maupun dengan cara informal melalui siaran media masa,dll yang dapat memberikan informasi serta menumbuhkan semangat berkoperasi bagi rakyat.
  • Pada tahun 1961, dibentuk Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (KOKSI).
  • Pada tanggal 2-10 Agustus 1965, diadakan (Musyawarah Nasional Koperasi) MUNASKOP II yang mengesahkan Undang-Undang koperasi no.14 tahun 1965 di Jakarta.

Koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang

Tampilan orde baru dalam memimpin negeri ini membuka peluang dan cakrawala baru bagi pertumbuhan dan perkembangan perkoperasian di Indonesia, dibawah kepemimpinan Jenderal Soeharto. Ketetapan MPRS no.XXIII membebaskan gerakan koperasi dalam berkiprah.

Berikut perkembangan koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang :

  • Pada tanggal 18 Desember 1967, Presiden Soeharto mensahkan Undang-Undang koperasi no.12 tahun 1967 sebagai pengganti Undang-Undang no.14 tahun 1965.
  • Pada tahun 1969, disahkan Badan Hukum terhadap badan kesatuan Gerakan Koperasi Indonesia (GERKOPIN).
  • Pada tanggal 9 Februari 1970, dibubarkannya GERKOPIN dan sebagai penggantinya dibentuk Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).
  • Pada tanggal 21 Oktober 1992, disahkan Undang-Undang no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, undang-undang ini merupakan landasan yang kokoh bagi koperasi Indonesia di masa yang akan datang.
  • Masuk tahun 2000an hingga sekarang perkembangan koperasi di Indonesia cenderung jalan di tempat.

  

Selasa, 07 Juli 2020

Kepribadian Ganda

KEPRIBADIAN GANDA


Kali ini aku bakal membahas tentang kepribadian ganda yang sering kali kita jumpai dalam berbagai macam film, series, cerita dll.

Kepribadian ganda itu sendiri adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian ganda disebut juga gangguan identitas disosiatif atau dissociative identity disorder (DID), dan umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis yang terjadi secara berulang di masa kanak-kanak.

Apa saja sih penyebab dan Faktor Risiko Kepribadian Ganda?
Penyebab kepribadian ganda belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita kepribadian ganda memiliki pengalaman traumatis yang berulang-ulang di masa kecilnya. Pengalaman traumatis ini bisa berupa:
  • Penganiayaan atau penyiksaan
  • Pelecehan secara fisik atau emosional
  • Pola asuh orang tua yang membuat anak merasa takut
  • Peperangan
  • Bencana alam
Selain faktor-faktor di atas, kepribadian ganda rentan terjadi pada orang yang keluarganya memiliki riwayat kepribadian ganda.

Lalu apa saja kah gejala Kepribadian Ganda?
Gejala khas yang terdapat pada penderita kepribadian ganda adalah:
  • Memi1iliki dua kepribadian atau lebih
Penderita kepribadian ganda memiliki dua atau lebih kepribadian di dalam dirinya, yang satu sama lain berbeda atau bahkan bisa bertolak belakang. Salah satu kepribadian bisa mengambil alih kontrol tubuh dan pikiran penderita kapan saja, dan biasanya dipicu oleh situasi tertentu ketika penderita merasa stres, takut, atau marah.
Dalam istilah psikologi, kepribadian lain disebut sebagai alter ego. Saat alter ego mengambil alih kesadaran, penderita akan menjadi pribadi lain dengan nama, usia, jenis kelamin, atau sifat yang berbeda. Bahkan, tidak menutup kemungkinan penderita merasa dirinya adalah seekor hewan.
Dalam periode tersebut, akan terlihat perubahan perilaku pada penderita kepribadian ganda. Mereka bisa melakukan sesuatu yang biasanya tidak akan mereka lakukan.
Contohnya, seorang penderita kepribadian ganda yang taat pada hukum, sopan, dan berperilaku sesuai norma yang ada di masyarakat bisa saja melakukan pencurian, berlaku kasar, atau mudah memaki ketika alter ego-nya mengambil alih.
Saat seorang penderita kepribadian ganda ditanya mengapa mereka melakukan hal tersebut, mereka akan memungkirinya, mengatakan bahwa mereka tidak ingat pernah melakukannya, atau merujuk pada orang lain di dalam diri mereka sebagai pelakunya.
Perlu diketahui, kepribadian ganda tidak berkaitan dengan ritual budaya atau keagamaan. Bukan juga “kesurupan” seperti anggapan sebagian orang pada budaya tertentu.
Kepribadian ganda ini juga tidak muncul karena pengaruh konsumsi alkohol dan obat-obatan, atau kelainan medis secara fisik, seperti amnesia pada cedera kepala, demensia, aura pada migrain, atau Alice in Wonderland syndrome.
  • Mengalami amnesia
Penderita kepribadian ganda sering kali mengalami amnesia atau tidak ingat pada peristiwa tertentu di masa kecil atau masa remajanya, terutama kejadian yang membuatnya trauma.
Penderita juga bisa lupa pada kejadian yang baru saja berlangsung, informasi penting yang sangat mendasar, atau kemampuan yang mereka miliki. Misalnya, saat alter ego mengambil alih, penderita bisa lupa bagaimana cara menggunakan komputer meskipun sebenarnya ia adalah seorang ahli komputer. Sebaliknya, penderita bisa saja mengerjakan sesuatu yang biasanya tidak bisa mereka lakukan, misalnya melukis atau bicara bahasa asing.
Penderita kepribadian ganda bisa tidak mengingat bagaimana ia berada di suatu tempat atau menemukan suatu benda tetapi tidak tahu bagaimana benda tersebut bisa berada di situ. Penderita juga sering kali tidak ingat sesuatu yang pernah diucapkan atau dilakukannya.
Penderita kepribadian ganda umumnya akan mengalami gangguan atau kesulitan yang serius dalam kehidupannya sehari-hari akibat gejala-gejala tersebut.

Bagaimana cara pengobatan Kepribadian Ganda?
Metode pengobatan pada kepribadian ganda adalah psikoterapi dalam jangka panjang. Tujuan psikoterapi adalah untuk menyatukan kembali seluruh kepribadian yang terpecah.
Namun, perlu diketahui, psikoterapi hanya bersifat membantu penderita untuk memahami kondisi yang dialaminya agar ia dapat menghadapi dan mengatasi kondisi tersebut.
Psikiater juga dapat melakukan hipnoterapi untuk membantu mengendalikan perilaku yang tidak normal dan membuat psikoterapi lebih efektif.
Dokter juga dapat memberikan obat antidepresan, obat antipsikotik, atau obat penenang untuk mengatasi gejala gangguan mental yang dialami penderita kepribadian ganda.

Apa saja komplikasi yang dialami pendrita Kepribadian Ganda?
Kepribadian ganda dapat menyebabkan penderitanya berisiko tinggi mengalami komplikasi berupa:
Maka dari itu perlu bagi kita untuk mencegah terjadinya Kepribadian Ganda ini dengan cara menghindari tindakan atau situasi yang dapat meningkatkan risiko anak menderita gangguan ini, seperti pelecehan, penganiayaan, atau penelantaran.
Jika seorang anak mengalami kejadian yang membuatnya trauma, segera bawa ia ke dokter spesialis kejiwaan. Dokter akan membantunya untuk menyikapi ingatan terhadap kejadian traumatis tersebut dengan cara yang positif.

Mari kita hidup dengan saling menyayangi satu sama lain J


Sumber 

Sabtu, 04 Juli 2020

Sinopsis Novel Looking For Alaska


Judul: Looking for Alaska
Penulis: John Green
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa: Barokah Ruziati & Sekar Wulandari
Desain sampul: Martin Dima
Cetakan: Keenam, Agustus 2015
Tebal: 288 hlm.

Pernah gak sih kamu baca kisah remaja luar negeri yang tinggal di asrama? Looking for Alaska karya John Green menceritakan hal itu. Kisahnya tentang Miles Halter yang memulai sekolahnya di Culver Creek, sebuah sekolah persiapan yang difasilitasi pula dengan asrama. Di sana ia pun harus tinggal sekamar dengan Chip Martin. Miles dan Chip keduanya akan menjalani kehidupan remaja yang berapi-api. Terlebih mereka akan sekelompok dengan Takumi, Lara, dan tentu saja Alaska. Lalu, lebih berfokus ke mana sih novel Looking for Alaska ini? Tentu saja kehidupan lima remaja tadi, sebuah rangkaian kisah remaja-remaja yang mencoba badung, mencoba menjajal hal-hal ekstrem.
     
Kisahnya sendiri dialirkan dari sudut pandang Miles. Cowok itu tergolong cupu banget sih, terungkap dari berbagai pemikirannya di buku ini. Miles di Culver Creek akhirnya punya teman, setelah sebelumnya ia selalu menyendiri. Hidup Miles jadi seru akibat ulah Chip yang punya julukan ‘Kolonel’. Cowok itu lebih pendek dari Miles, tetapi digambarkan punya kepemimpinan dan perawakan yang bagus, sehingga Miles yang ceking selalu patuh padanya, selain ia pun tak mau menyulut masalah. Dari penceritaan Miles, kita mampu mengeksplor berbagai karakter di buku ini, terutama tokoh sentral perempuannya, Alaska Young. Dia jahil, pintar, slengean, tetapi punya misteri sendiri, rahasia yang membuatnya impulsif. Alaska juga digambarkan sangat menarik, menawan, dan sangat karismatik, tetapi ia pun memiliki kekurangan. Sedangkan Takumi si cowok Jepang dan Lara yang mana pacar Miles, mereka berdua tidak tampil dengan porsi sebanyak Alaska, Miles, dan Chip. Namun, keduanya tetap punya pengaruh, terutama dalam scene-scene yang berusaha menunjukkan keakraban lima sekawan itu.
                
Meskipun temanya remaja, Looking for Alaska tidak serta merta menampilkan sebuah konflik yang dangkal. Terlebih dengan penggalian masing-masing karakternya yang menurut saya sih lumayan berat. Awal-awal ketika membaca buku ini bahkan sampai bagian pertengahan buku, saya sebagai pembaca masih menimbang-nimbang, sebenarnya mau dibawa ke mana kisahnya? Eh pas bagian SESUDAH, ternyata buku ini menampilkan konflik utamanya. Well, jangan bingung ya. Jadi di buku ini ada dua bagian besar yang diberi nama SEBELUM dan SESUDAH, masing-masing bagian memuat alur cerita yang kontras. Kurang lebih bagian SEBELUM menceritakan mengenai kegiatan-kegiatan seru yang dilakukan lima sekawan, sedangkan bagian SESUDAH mengandung cerita yang senada dengan judul buku ini ‘LOOKING FOR ALASKA’ alias mencari Alaska. Ke mana sih Alaska? Kok sampe harus dicari? Hehe, lebih jelasnya silakan baca buku ini. Bisa dibilang saya lebih menyukai bagian SESUDAH dari novel ini.
                
Layaknya novel lainnya, novel ini pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mau bahas kelebihannya dulu nih. Seenggaknya ketika kamu baca buku ini, kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan remaja, dan tentu saja hal itu tidak disampaian secara eksplisit oleh penulisnya. Dan pengetahuannya pun tentang kehidupan remaja di luar negeri sih, yup Amerika. saya baru tahu ketika membaca buku ini, ternyata asrama di sana penghuninya bisa campur sari ya? Well, di Indonesia sih gak bakal kayak gitu hehehe… Juga mengenai psikologi remaja, sebenarnya John Green sebagai penulis mencoba menuturkan hal ini lewat banyak tingkah pola Miles, dkk sih, terutama banyaknya kejailan yang mereka lakukan entah itu demi menuntaskan rasa penasaran mereka atau demi harga diri sih, sebut saja ketika mereka melakukan pembalasan untuk anak-anak Weekday Warriors—genk anak-anak kaya yang digambarkan sok di buku ini. Oh ya, jangan kaget ya pas baca buku ini, solanya banyak isu-isu yang mungkin tabu di Indonesia coba diangkat, semisal seks bebas, ganja, alkohol, dll, maklum luar negeri. Sedangkan kekurangannya menurut saya sih, beberapa adegan khususnya di bagian bab SEBELUM, terlalu banyak yang gak memengaruhi plot utama sehingga berpotensi besar membuat pembaca jenuh.
             
Terlepas dari kelebihan kekurangannya, novel pertama John Green ini sungguh luar biasa. Menurut saya John Green mampu menyajikan cerita remaja yang kompleks namun banyak hal warna-warni yang ia coba selipkan dan dia berhasil membaurkannya dengan cerita utama. Looking for Alaska, membuat perspektif saya terhadap kisah remaja semakin terbuka, bahwa semakin remaja terobsesi dengan hasrat masa mudanya, ia harus cepat-cepat sadar akan konsekuensi hal tersebut.

Novel ini saya rekomendasikan, khususnya bagi yang belum baca karya penulis satu ini. Well, saya jadi tertarik untuk membaca karya-karya lain dari John Green, terutama The Fault in Our Stars yang melegenda itu, dan tentu saja Will Grayson Will Grayson yang ditulis duet dengan David Levithan.

Novel ini juga berhasil di film kan di Amerika pada 18 oktober 2019 dengan judul yang sama dengan di novel.

Jumat, 03 Juli 2020

ANALISIS PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP DUNIA INDUSTRI DI INDONESIA


ANALISIS PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP DUNIA INDUSTRI DI INDONESIA
Sejumlah kebijakan strategis telah dikeluarkan pemerintah untuk percepatan penanganan wabah Covid-19 dan menjaga jalannya dunia usaha di tanah air.“Pemerintah sangat serius dalam menangani Covid-19 ini, termasuk agar industri kita tidak terpuruk. Jadi, penciptaan iklim usaha yang kondusif juga diprioritaskan. Namun, hal itu perlu dukungan semua stakeholder,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.

Pekan ini, Agus mengakui bahwa pihaknya aktif menggelar rapat jarak jauh dengan sejumlah pelaku industri untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi saat ini. Kemarin, Rabu (3/4), Menperin melakukan konferensi video dengan pelaku industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Hari sebelumnya dengan para pelaku industri makanan dan minuman.
Hal ini lantaran pandemi Covid-19 membawa dampak terhadap outlook perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Namun demikian, pengalaman yang dialami oleh China bisa menjadi pembelajaran. Apalagi, saat ini, geliat sektor manufaktur di Negeri Tirai Bambu mulai kembali bangkit.

“China mampu mengcreate kesempatan dalam krisis seperti ini. Sebab, jika ekonomi China membaik, akan berpengaruh juga. Maka itu, kita harus bisa menciptakan peluang baru dalam menghadapi kesulitan ini,” paparAgus.
Sementara itu, Agus pun mengakui, tertekannya indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur Indonesia pada akhir kuartal I tahun 2020, turut dipengaruhi oleh banyaknya daerah yang terjangkit Covid-19. Alhasil, penurunan utilitas industri manufaktur di berbagai sektor tidak dapat dihindari.“Beberapa industri mengalami penurunan kapasitas (produksi) hampir 50 persen, kecuali industriindustri alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Kami tetap mendorong industri bisa beroperasi seperti biasanya, namun dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga terhindar dari wabah Covid19,” tegas Agus.

Sebab, Agus megatakan, tidak hanya di Indonesia, aktivitas manufaktur di Asia juga mengalami kontraksi pada bulan Maret 2020 ini karena dampak penyebaran virus korona (Covid-19) terhadap rantai pasokan. Hal ini berdasarkan data IHS Markit yang dirilis Rabu (1/4), hampir seluruh PMI manufaktrur regional turun di bawah 50.

Indeks PMI Jepang anjlok ke level 44,8, sedangkan PMI Korea Selatan turun ke 44,2, level terburuk sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu. Di Asia Tenggara, angka PMI Filipina turun menjadi 39,7, terendah sepanjang sejarah, sedangkan Vietnam merosot ke 41,9. Sementara itu, PMI Indonesia berada di posisi 45,3 pada Maret 2020.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengemukakan, beberapa anggota API di Bandung mengembangkan pembuatan alat pelindung diri (APD).

Berikutnya, Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan, pihaknya juga sedang mengoptimalkan produksi APD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat.
“Untuk bahan baku tidak masalah, karena kami bikin sendiri. Kami juga akan memproduksi yang medical grade, dan kami sudah distribusikan 35 juta masker bulan ini,” ungkap Iwan. 

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto menuturkan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam upaya menangani pandemi Covid19. “Kami menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksi di pabrik. Selain itu, overtime dihindari agar stamina bisa terjaga, dan jam kerja dibatasi menjadi delapan jam,” papar Anne.
Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, pihaknya punya pabrik di Cikarang yang sudah mengembangkan bahan baku obat untuk penanganan Covid-19.

Sumber

Rabu, 15 April 2020

Artikel Tentang Perkembangan Sektor Industri Manufaktur Nasional

Perkembangan Industri Manufaktur Di indonesia

Selain itu, menurut Airlangga, industri manufaktur dinilai lebih produktif dan bisa memberikan efek berantai secara luas sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku, memperbanyak tenaga kerja, menghasilkan sumber devisa terbesar, serta penyumbang pajak dan bea cukai terbesar.
Kementerian Perindustrian juga mencatat beberapa sektor yang memiliki persentase kinerja di atas PDB secara nasional, diantaranya industri logam dasar sebesar 9,94%, industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 7,53%, serta industri alat angkutan sebesar 6,33%. Hal ini pun dipengaruhi oleh daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis produk yang semakin meningkat, sehingga proses produksi pun akan meningkat sesuai dengan permintaan.
Berbagai sektor manufaktur Indonesia juga dikembangkan di negara ASEAN lainnya, seperti Filipina dan Vietnam. Hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional dan meningkatkan daya saing secara domestik, regional, dan global. Perbedaan lainnya yang dimiliki oleh perekonomian Indonesia adalah kekuatannya pada pasar dalam negeri dengan persentase sebesar 80% dan sisanya merupakan pasar ekspor, lain halnya dengan Singapura dan Vietnam yang sistem perekonomiannya sebagian besar berorientasi pada kegiatan ekspor.
Industri manufaktur ini semakin dikembangkan oleh pemerintah melalui metode hilirisasi. Hal ini harus didukung dengan peningkatan investasi dan kinerja ekspor untuk mempertahankan industri manufaktur dan menjadikannya sebagai penyumbang pajak dan bea cukai terbesar. Perkembangan industri manufaktur di Indonesia pun harus didukung dengan kerjasama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, para pengusaha, dan masyarakat umum lainnya.
Perlu diketahui bahwa nilai MVA atau Manufacturing Value Added untuk industri manufaktur Indonesia berada di posisi paling atas di antara negara ASEAN dengan pencapaian sebesar 4,5%. Sedangkan secara global, manufaktur Indonesia berada di peringkat ke-9 dari seluruh negara di dunia. Menurut Airlangga, salah satu alasan mengapa industri manufaktur Indonesia menjadi yang terbesar se-ASEAN adalah karena sistem perekonomian di Indonesia sudah termasuk dalam kelompok one trillion dollar club yang jelas berbeda dengan negara lainnya di ASEAN.
Konsep dan tujuan dari Industrialisasi
Awal konsep industrialisasi adalah Revolusi industri abad 18 di Inggris kemudian  Penemuan metode baru dlm pemintalan dan penemuan kapas yg menciptakan spesialisasi produksi dan peningkatan produktivitas factor produksi.
Industrialisasi adalah suatu proses interkasi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi.
Industrialisasi merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Hanya beberapa Negara dengan penduduk sedikit & kekayaan alam melimpah seperti Kuwait & libya ingin mencapai pendapatan yang tinggi tanpa industrialisasi.

Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :
  • Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
  • Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
  • Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
  • Mendukung perkembangan sektor infrastruktur.
  • Meningkatkan kemampuan teknologi.
  • Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
  • Meningkatkan penyebaran industri.
Faktor-faktor Pendorong industrialisasi
  1. Kemampuan teknologi dan inovasi
  2. Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita
  3. Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri. Negara yang awalnya memiliki industri dasar/primer/hulu seperti baja, semen, kimia, dan industri tengah seperti mesin alat produksi akan mengalami proses industrialisasi lebih cepat
  4. Besar pangsa pasar DN yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Indonesia dengan 200 juta orang menyebabkan pertumbuhan kegiatan ekonomi
  5. Ciri industrialisasi yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan dan insentif yang diberikan.
  6. Keberadaan SDA. Negara dengan SDA yang besar cenderung lebih lambat dalam industrialisasi
  7. Kebijakan/strategi pemerintah seperti tax holiday dan bebas bea masuk bagi industri orientasi ekspor.
Apa saja kendala yang dihadapi di bidang industrialisasi
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan masih banyak masalah struktural yang harus diselesaikan untuk meningkatkan potensi industri.

Pertama, masalah investasi. Investasi tumbuh signifikan tahun lalu, tapi lebih banyak didominasi oleh investasi ke sektor jasa. Bhima memaparkan porsi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) ke sektor jasa naik signifikan dari 37,8% pada 2016 menjadi 45,6% pada 2017. Bahkan, porsi investasi penanaman modal asing (PMA) ke sektor jasa meloncat dari 26,8% ke 40,3% dari total investasi. Sementara itu, porsi investasi ke sektor industri pengolahan atau manufaktur baik PMA maupun PMDN terus merosot dari 54,8% pada 2016 menjadi 39,7% pada 2017.

Kedua, masalah daya saing. Bhima menilai daya saing sektor industri Indonesia saat ini semakin tertinggal dari negara tetangga, seperti Vietnam dan Thailand. Dia mencontohkan industri tekstil di indonesia kurang produktif dikarenakan mesin-mesin yang digunakan sudah tua. Pemerintah diharapkan bisa memberi insentif seperti pembebasan bea masuk barang modal, sehingga pelaku industri tertarik untuk meremajakan mesin produksinya.

Ketiga, masalah sumber daya manusia (SDM). Bhima menegaskan sektor industri juga tidak akan dapat tumbuh secara signifikan jika SDM yang tersedia kebanyakan hanya tamatan SMP. Menurutnya, sekarang porsi tenaga kerja lulusan SMP mencapai 70% total tenaga kerja. 
SUMBER

Selasa, 14 April 2020

SEKTOR PERTANIAN INDONESIA


Bagaimana Keadaan Pertanian Indonesia Saat Ini ? Kondisi pertanian di Indonesia, kini terasa cukup memprihatinkan. Di mana Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris (negara yang maju pertaniannya), sekarang malah mengimpor makanan pokoknya dari negara lain. Padahal sebenarnya rakyat dan bumi kita yang tercinta ini masih dapat memenuhi kebutuhan beras untuk makan kita sehari-hari. Bukan hanya beras tetapi hasil pertanian lain pun mengalami nasib yang demikian. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Indonesia adalah negara produsen beras ketiga dunia setelah China dan India. Kontribusi Indonesia terhadap produksi beras dunia kira-kira sebesar 8,5% (51 juta ton). Produksi beras Indonesia yang begitu tinggi tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan penduduknya. Dilihat dari semua aspek, kondisi Indonesia sendiri masih banyak kekurangan. Kekurangan tersebut bukan semata berasal dari pemerintahannya saja tetapi penduduknya juga.

Faktor-faktor yang menyebabkan pemerintah Indonesia harus mengimpor beras dan hasi pertanian lainnya diantaranya yaitu akibat meningkatnya jumlah penduduk yang tidak terkendali,meskipun sudah ada program Keluarga Berencana dari pemerintah,namun tetap saja kenaikan jumlah penduduk ini cukup tinggi. Dengan banyaknya penduduk, maka makanan pokok yang dibutuhkan juga begitu banyak, sehingga hasil pertanian dalam negeri tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penduduknya.
Selain itu faktor cuaca juga menentukan seberapa banyak hasil panen dalam bertani. Cuaca yang tidak menentu, seperti pergeseran musim hujan dan musim kemarau menyebabkan petani kesulitan dalam menetapkan waktu yang tepat untuk mengawali masa tanam, dengan benih beserta pupuk yang digunakan sehingga tanaman yang ditanam mengalami pertumbuhan yang tidak wajar dan mengakibatkan gagal panen. Peristiwa ini sering terjadi di hampir setiap daerah di Indonesia dan membuat petani yang miskin semakin miskin karena kegagalan panen tersebut.

Diharapkan pemerintah juga memperhatikan nasib para petani yang sama memprihatinkannya dengan kondisi pertaniannya. Semestinya adanya penyuluhan dan pembekalan pengetahuan tentang pertanian kepada petani itu perlu dilakukan. Seperti bagaimana cara bertanam yang bersahabat dengan alam dan menggunakan teknologi sehingga bertani memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan kerugiannya, namun teknologinya pun yang tidak membahayakan alam. Dan itu berlaku untuk kita semuanya, yaitu mengambil keuntungan tanpa merusak alam. Sehingga adanya keserasian dan keseimbangan alam pun terjaga, dan kita bisa hidup sejahtera. Dan juga memberikan jaminan hidup petani, dimana petani dapat memelihara alat pertaniannya dan dalam bertani pun dapat dilakukan denngan lancar.

Masih ada beberapa faktor lagi yang membuat Indonesia harus mengimpor beberapa hasil pertanian utamanya beras, seperti lahan pertanian yang semakin sempit. Kemajuan teknologi dan merabaknya industri di Indonesia membuat pertanian yang menggunakan metode sederhana ini semakin memudar keberadaanya. Persawahan yang membentang luas di tiap daerah kini mulai terkikis tergantikan pabrik-pabrik yang mungkin kurang bersahabat dengan alam. Semestinya adanya pembatasan pendirian industri sehingga laju perkembangan industri dan pertanian berjalan dengan seimbang. Sehingga penggunaan barang industri dan hasil pertanian cukup untuk memakmurkan rakyat.

Membahas pertanian Indonesia sama saja kondisinya dengan pertanian di Bogor. Ya, karena Bogor termasuk wilayah Indonesia. Banyak sekali mall dan pabrik yang menghiasi kota yang dikenal sebagai kota hujan ini. Sawahnya kini tinggal beberapa hektar saja, mungkin kita bisa menghitungnya dengan jari. Memang agak berlebihan, namun itulah yang sebenarnya terjadi.

Mengapa yang dibahas kota Bogor, karena mungkin dengan istilahnya yaitu ‘kota hujan’ menjadi tersugesti bahwa Bogor pasti memiliki persediaan air yang banyak dan banyak juga sawahnya. Namun kini Bogor pun tidak bisa mengelakkan cepatnya laju industrialisasi yang ingin menyusup ke dalamnya, sehingga industrialisasi pun terjadi di Bogor. Namun kita harus berbangga pada petani yang masih mau mempertahankan pekerjaannya dan tempat mereka mencari sesuap nasi, karena di tengah banyak orang yang ingin bekerja di industri dan ditengah ketidakjelasan nasib petani, masih ada yang ingin mempertahankan pekerjaannya sebagai petani, sehingga kita tidak kehilangan makanan pokok yang sudah dari dahulu menjadi kebiasaan kita.

Nilai Tukar Petani
1.      Pengertian Umum :
·         NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani
·         NTP merupakan perbandingan antara Indeks harga yg diterima petani (It) dengan Indeks harga yg dibayar petani (Ib)
2.      Arti Angka NTP :
·         NTP > 100, berarti petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya.
·         NTP = 100, berarti petani mengalami impas. Kenaikan/penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan/penurunan harga barang konsumsi. Pendapatan petani sama dengan pengeluarannya.
·         NTP< 100, berarti petani mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Pendapatan petani turun, lebih kecil dari pengeluarannya.
3.      Kegunaan dan Manfaat
·         Dari Indeks Harga Yang Diterima Petani (It), dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Indeks ini digunakan juga sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sektor pertanian.
·         Dari Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib), dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dikonsumsi oleh petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat di pedesaan, serta fluktuasi harga barang yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Perkembangan Ib juga dapat menggambarkan perkembangan inflasi di pedesaan.
·         NTP mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.
·         Angka NTP menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. Atas dasar ini upaya produk spesialisasi dan peningkatan kualitas produk pertanian dapat dilakukan.

Kaitan antara Sektor Pertanian dengan Sektor Industri
Sektor pertanian memiliki peran stategis dalam perekonomian Indonesia. Hal tersebut dipahami karena sektor pertanian menyediakan lapangan pekerjaan terbesar bagi penduduk Indonesia, selain itu sektor pertanian juga menjadi sektor ekonomi utama bagi daerah pedesaan dimana daerah pendesaan menyumbang tingkat kemiskinan terbesar bagi penduduk Indonesia Untuk itu, pembangunan sektor pertanian menjadi kunci keberhasilan bagi Indonesia untuk dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Pada kenyataannya sektor pertanian di Indonesia masih belum berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi sektor pertanian terhadap  Produk Domestik Bruto (PDB) dimana pertumbuhan sektor pertanian dari tahun ketahunnya semakin menurun. Pembangunan ekonomi Indonesia lebih diarahkan kepada pengembangan sektor industri. Sektor industri dianggap sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan perekonomian dibandingkan sektor-sektor lain. Sehingga sektor industri sangat diprioritaskan.

Kontribusi sektor industri dapat dilihat dari indikator PDB dimana sektor industri menyumbang pendapatan nasional terbesar setiap tahunnya dan pertumbuhannya pun semakin meningkat. Akan tetapi, dalam pelaksanaan pembangunan sektor industri dimana sektor tersebut menjadi sektor penyumbang terbesar dalam pendapatan nasional tidak terlepas dari peran sektor pertanian. Contohnya adalah agroindustri dimana agroindustri merupakan bagian dari sektor industri pengolahan yang mengolah output atau produk-produk mentah dari sektor pertanian. Sehingga perkembangan agroindustri tergantung dari kontribusi sektor pertanian itu sendiri. Hal tersebut dapat terjadi tidak hanya pada sektor industri pengolahan saja melainkan dapat terjadi dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian. Dengan kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian sebenarnya dapat berperan terkait pengaruhnya terhadap sektor-sektor lain sebagai penyedia input (barang dan jasa) antara bagi sektor lain ataupun pengguna input antara dari sektor lain.

Ada beberapa teori dan study impiris yang menjelaskan bagaimana keterkaitan antar sektor mempengaruhi perekonomian suatu Negara bagi Negara – Negara di mana peranan sektor pertanian masih subtensial, maka pemikiran mendinamiskan sektor pertanian lewat kekuatan dan keterkaitanya dengan sektor lain amat menarik untuk di diskusikan. Pemikiran mellor dan lele (1973) amat mengemngkan konsep agricultural and structural transformation model.king dan byarlee(1978) menemukan bahwa keterkaitan industry dengan sektor pertanian amat kuat apabila sektor industry mempunyai sektor keterkaitan ke belakang yang tinggi.banyak yang berpendapat bahwa salah satu syarat perlu (necessary condition) untuk dapat di capainya transformasi structural dari pertanian (industry primer)ke industry manufaktur (industry sekunder)adalah adanya keterkaitan sektor pertanian dan sektor   industry yang tangguh kaitan yang paling sesuai adalah pengolahan produk – produk pertanian, bahwa agrow industry mencakup dua jenis industry manufaktur yaitu industry penyedia input pertanian.


Sumber

https://www.bps.go.id/subject/22/nilai-tukar-petani.html#subjekViewTab1
https://www.kompasiana.com/markus.simanjuntak/550dfb65a33311a12dba7ef3/keterkaitan-pertanian-dengan-industri-manufaktur
https://www.pioneer.com/web/site/indonesia/Kondisi-Pertanian-Indonesia-Apakah-Bisa-Maju

Senin, 06 April 2020

FAKTOR- FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIMPANGAN DI WILAYAH INDONESIA BARAT DAN INDONESIA TIMUR


FAKTOR- FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIMPANGAN DI WILAYAH INDONESIA BARAT DAN INDONESIA TIMUR

Tingkat Ketimpangan Pembangunan
Berdasarkan indeks Williamson, kawasan Barat Indonesia memiliki tingkat ketimpangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan Timur Indonesia, dengan indeks rata – rata 0.83 untuk Kawasan Barat Indonesia dan 0.45 untuk Kawasan Timur Indonesia.  Tingkat ketimpangan yang tinggi di Kawasan Barat Indonesia ini tidak terlepas dari banyaknya kota-kota besar yang memiliki pendapatan perkapita yang lebih tinggi terutama dipulau Jawa dibandingkan dengan pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Untuk pulau Sumatera sendiri yang memiliki pendapatan perkapita tertinggi dimiliki oleh Riau dan Kepulauan Riau, sementara untuk pulau Jawa DKI Jakarta dan pulau Kalimantan oleh Kalimantan Timur.  
Selain hal tersebut ketimpangan yang tinggi di kawasan barat Indonesia juga disebabkan oleh perbedaan mencolok infrastruktur yang ada antara pulau Jawa dan luar pulau jawa. Perbedaan infrasturktur ini akan memberikan dampak pada aktifitas ekonomi yang dijalankan di daerah tersebut. Untuk pulau Sumatera sendiri peningkatan pendapatan perkapita yang besar juga disebabkan pembagian hasil dari sumber daya alam di Riau dan Kepulauan Riau, hal yang sama juga terjadi didaerah Kalimantan Timur.
Hal yang berbeda terjadi pada Kawasan Timur Indonesia, pada kawasan ini indeks Williamson tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 0.6844, hal ini terjadi karena pada tahun tersebut Papua Barat memiliki Produk Domestik Regional Bruto yang tinggi sebesar Rp. 18,914,877.30 juta rupiah dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit sebesar 730 orang, sehingga pada tahun tersebut pendapatan perkapita didaerah ini jauh lebih tinggi dari tahun – tahun sebelumnya. Untuk tahun tahun selanjutnya  angka indeks Williamson berada pada kisaran 0.3 – 0.4.
Pada kawasan Timur Indonesia apabila dilihat dari perhitungan Indeks Williamson lebih merata pembangunan didaerah ini dibandingkan dengan kawasan barat Indonesia, hal ini tidaklah mengherankan karena pada kawasan ini bila dilihat dari infrastruktur dan aktifitas ekonomi yang ada tidak memiliki perbedaan yang mecolok antara satu daerah dengan daerah lainnya, hanya Sulawesi selatan yang memiliki Produk Domestik Regional Bruto terbesar dengan jumlah penduduk terbesar pula.


Hubungan tingkat ketimpangan Tenaga kerja
Tenaga Kerja merupakan salah satu modal penting dalam pembangunan suatu daerah, dengan jumlah tenaga kerja yang banyak disertai dengan kualitas yang baik maka daerah tersebut dapat berkembangan lebih cepat, sebaliknya jika jumlah tenaga kerja yang besar tanpa disertai dengan kualitas yang baik dari tenaga kerja maka daerah tersebut bisa menjadi daerah yang terbelakang, karena tenaga kerja yang besar tanpa adanya kualitas merupakan masalah dalam pembangunan suatu wilayah. 
Bila dilihat jumlah tenaga kerja Kawasan Barat Indonesia jauh lebih banyak dari jumlah tenaga kerja dikawasan timur Indonesia. Hal ini tidaklah mengherankan karena pada Kawasan Barat Indonesia mempunyai jumlah provinsi lebih banyak disertai dengan jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan dengan Kawasan Timur Indonesia. Tabel berikut akan memperhatikan jumlah tenaga kerja pada 2 kawasan tersebut.
Apabila dilihat dari tahun ke tahun jumlah tenaga kerja di kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada kawasan Barat Indonesia jumlah tenaga kerja selama tahun 2002 – 2010 mengalami perkembangan rata – rata sebesar 2.44 persen, peningkatan terbesar pada jumlah tenaga kerja pada tahun 2006 sebesar 4 persen, sedangkan peningkatan terkecil pada jumlah tenaga kerja terjadi pada tahun 2005 sebesar 0.05 persen. Hal yang berbeda terjadi pada Kawasan Timur Indonesia, pada kawasan ini rata – rata perkembangan tenaga kerja selama tahun analisis sebesar 3,48 persen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan barat Indonesia. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2007 sebesar 9,9 persen dan terendah terjadi pada tahun 2006 yang mengalami penurunan sebesar 0,51 persen dari tahun sebelumnya. Lebih besarnya pertumbuhan jumlah tenaga kerja di kawasan Timur Indonesia ini disebabkan oleh banyaknya terjadi perpindahan tenaga kerja dari kawasan barat ke kawasan timur terutama dikarenakan adanya eksploitasi Sumber Daya Alam khususnya dalam sektor pertambangan, selain itu adanya pemekaran daerah – daerah baru juga menyebabkan terjadinya penyerapan tenaga kerja pada Kawasan tersebut. 
Dari hasil korelasi diketahui bahwa hubungan ketimpangan wilayah dengan tenaga kerja pada Kawasan Barat dan Kawasan Timur  menghasilkan hubungan yang bertolak belakang. Pada Kawasan Barat Indonesia, ketimpangan wilayah mempunyai hubungan negative dan sangat kuat  terhadap tenaga kerja sebesar 0,905 pada tingkat kepercayaan 99 persen, artinya  jika ketimpangan wilayah meningkat maka jumlah tenaga kerja akan menurun dan sebaliknya jika jumlah tenaga kerja meningkat maka ketimpangan wilayah akan menurun, hal ini dikarenakan jumlah tenaga kerja yang ada di Kawasan Barat Indonesia selain besar, juga memiliki kualitas yang baik. 
Untuk kawasan Timur Indonesia diketahui bahwa hubungan ketimpangan wilayah dengan tenaga kerja  menghasilkan hubungan yang positif dan tidak begitu kuat sebesar 0.599, artinya jika ketimpangan wilayah meningkat maka jumlah tenaga kerja akan meningkat pula dan sebalikya jika jumlah tenaga kerja menurun maka maka ketimpangan wilayah akan menurun, hal ini dikarenakan jumlah tenaga kerja yang memiliki kualitas yang baik bukan berasal dari kawasan itu sendiri, sedangkan jumlah tenaga kerja yang asli berasal dari Kawasan Timur Indonesia memiliki kualitas yang tidak begitu baik.


Hubungan tingkat ketimpangan Implikasi Kebijakan.
Perbedaan tingkat ketimpangan yang besar antara kawasan barat dan kawasan timur Indonesia menyebabkan pemerintah pusat harus terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat didaerah. Meskipun dengan adanya pemberian otonomi dan desentralisasi fiskal pada setiap daerah, tetapi ketimpangan yang masih sangat terasa terjadi di kedua tersebut. Akses transportasi jalan merupakan hal yang paling penting untuk segera dibenahi, artinya pemerintah pusat tetap dan harus memberikan prioritas pembangunan jalan dan perbaikan jalan di Kawasan Timur Indonesia. Prioritas pembangunan jalan di Pulau Jawa sebaiknya mulai dikurangi, dana – dana perbaikan dan pembangunan jalan dialihkan daerah Timur Indonesia, agar aktivitas ekonomi berjalan dengan baik dan lancar, yang pada akhirnya masyarakat dikawasan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraanya.
Bila dilihat antara korelasi tenaga kerja dengan ketimpangan pembangunan di kedua wilayah tersebut, maka aspek Sumber Daya Manusia menjadi focus yang sangat penting untuk menjadi investasi di masa depan. Dengan sumber daya yang lebih baik di Kawasan Barat Indonesia, maka kawasan ini menjadi lebih cepat maju dan berkembang sementara Kawasan Timur Indonesia tetap pada kawasan yang masih sulit untuk berkembang, oleh karena itu kebijakan pemerintah baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya di kawasan timur Indonesia menjadi prioritas yang penting dengan cara memberikan beasiswa kepada para pemuda/pemudi yang memiliki prestasi akademik yang baik, menyekolahkan mereka kedaerah yang memiliki fasilitas dan mutu yang baik serta membuat komitmen bagi mereka yang menerima bantuan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah setelah berhasil menyelesaikan studi agar kembali kedaerah asal dan mengabdikan ilmu yang diperoleh.