Get me outta here!

Minggu, 29 November 2020

(Ringkasan Materi) Ekonomi Informasi

 EKONOMI INFORMASI

Informasi adalah karakter penting dalam membentuk jenis pasar, namun sulit untuk mengukur secara kuantitatif terhadap informasi yang dihasilkan dari kegiatan yang berbeda. Banyak sekali bentuk informasi yang berguna untuk menetapkan karakteristik harga (p) & kuantitas (q) dalam supply demand.

Hal-2 terkait Informasi

·         Informasi termasuk barang tahan lama dan memiliki nilai setelah digunakan

·         Informasi dapat bersifat nonrival dan nonexclusive

 

Nilai Informasi

·         Kekurangan informasi mengindikasikan adanya masalah ketidakpastian bagi pembuat keputusan, Maka, Individu mungkin tidak tahu persis konsekuensi dari tindakan yang akan diambil.

·         Informasi yang lebih baik dapat menurunkan ketidakpastian dan mengarahkan pada keputusan yang lebih baik.

 

Informasi Asimetris

informasi yang dibeli seseorang ditentukan oleh harga per unitnya, biaya informasi tersebut dapat berbeda-beda antar individu, seperti :

·         Beberapa orang mungkin perlu keahlian tertentu untuk memperoleh informasi

·         Beberapa orang memperoleh informasi karena pengalamannya

·         Beberapa orang berinvestasi pada jasa informasi

 

Informasi dan Asuransi

Terdapat banyak informasi asimetris pada pasar asuransi, pembeli sering mengetahui kemungkinan peristiwa ketidakpastian, pembeli mungkin juga mampu bertindak terhadap apa yang mempengaruhi kemungkinan ini. Informasi sangat berharga karena dapat memberikan peluang bagi individu untuk meningkatkan peluang utilitas atas keputusannya

·         Informasi memiliki beberapa karakteristik yang dapat membuatnya menjadi informasi asimetris atau in-efisien, misalnya

Ø  Perbedaan biaya-biaya memperoleh sesuatu

Ø  Karena adanya aspek barang publik

·         Jika insurer tidak mampu memonitor perilaku orang yang berasuransi, maka kemungkinan moral hazar akan muncul.

Ø  Karena diasuransikan, maka akan mempengaruhi kemauan untuk membelanjakan sesuatu berkurang

Ø  Efek seperti ini dapat muncul bila biaya pemantauan terhadap kontrak cukup tinggi

·         Informasi asimetris dapat menyebabkan pelaku ekonomi (principal) menyewa pelaku ekonomi lain (agents) untuk membuat keputusan baginya

 

Moral Hazard

Merupakan efek cakupan asuransi tehadap individu yang dapat merubah kemungkinan ukuran kerugian misalnya, tempat penitipan barang berasuransi justru menjadi tempat penitipan yang tidak aman.

·         Umpamakan seorang yang risk-averse menghadapi risiko rugi (l) yang akan mengurangi kesejahteraannya

Ø   the probability of a loss is

Ø  this probability can be lowered by the amount the person spends on preventive measures (a)

 

Important Points to Note

·         Informasi sangat berharga karena dapat memberikan peluang bagi individu untuk meningkatkan peluang utilitas atas keputusannya.

·         Informasi memiliki beberapa karakteristik yang dapat membuatnya menjadi informasi asimetris atau in-efisien.

·         Keberadaan informasi asimetris dapat mempengaruhi  berbagai hasil di pasar, misalnya teori asuransi.

·         Jika insurer tidak mampu memonitor perilaku orang yang berasuransi, maka kemungkinan moral hazar akan muncul.

·         Informasi asimetris dapat mendorong adverse selection pada pasar asuransi.

·         Informasi asimetris dapat menyebabkan pelaku ekonomi (principal) menyewa pelaku ekonomi lain (agents) untuk membuat keputusan baginya.

 

 

 

(Ringkasan Materi) Maksimalisasi Laba

 MAKSIMALISASI LABA

1.      Perusahaan

suatu organisasi yang berorientasi pada laba (profit oriented) yang membeli input dan jasa-jasa input serta menjual barang dan jasa.

 

Tujuan perusahaan

  Perusahaan diasumsikan akan selalu berusaha memaksimumkan labanya (profit oriented)

  Keputusan-keputusan perusahaan yang berkaitan dengan harga, output, input dan faktor-faktor lainya mencerminkan usaha untuk mencapai laba yang paling tinggi

 

2.      Alasan Maksimisasi laba

·         Prinsip keselamatan (George stigler) menyatakan bahwa perusahaan yang selamat sepanjang masa adalah yang mencari laba tertinggi. Unit usaha yang tidak  berorientasi laba akan tergilas oleh perusahaan yang efisien

·         Laba yang rendah mengundang pengambilalihan perusahaan. Harga saham akan rendah (jatuh) jika manajemen gagal menjalankan usahanya dengan efisien (mendapatkan laba yang tinggi)

 

Laba Ekonomis

Yang dimaksudkan dengan laba adalah selisih antara total penerimaan (total revenue/TR) dengan total biaya (total cost/TC)

Biaya terdiri biaya eksplisit dan biaya implisit.

 

Laba ekonomis dan keseimbangan pasar

Syarat keseimbangan pasar adalah jika laba ekonomis sama dengan nol

Berarti bahwa penerimaan yang diperoleh dari penggunaan input sekarang sama banyaknya dengan penerimaan yang didapat dari penggunaan terbaiknya (opportunity cost)

Perusahaan baru tidak tertarik memasuki industri ini jika industri sudah mencapai laba ekonomis nol.

 

Kaidah Laba Maksimum

a)    Kaidah jangka pendek

·         Perusahaan akan berproduksi sampai saat MC sedang meningkat dan sama dengan MR

·         Perusahaan akan berproduksi jika harga dari outputnya sama atau lebih besar dari biaya variabel per unitnya

b)     Kaidah jangka Panjang

·         Perusahaan akan menentukan ukuran pabrik yang biaya produksinya minimal

·         Perusahaan akan berproduksi hanya jika labanya lebih besar atau sama dengan nol

 

Tiga pendekatan menemukan laba maksimum

1)      Pendekatan Total (total approach)

P= (P*Q) – (FC+vQ)

Biasanya strategi yang ditempuh adalah penjualan maksimum (maximum selling) setelah melewati titik impas (Break event point/BEP)

Jumlah penjualan BEP (Q*) = FC/(P-v)

 

2)      Pendekatan rata-rata (average approach)

Laba per unit ditemukan dengan membandingkan antara harga (P) dengan biaya per unit (AC)

P per unit = P – AC

P total = (P-AC) * Q

Untuk mendapatkan laba, P harus lebih tinggi dari AC. Agar laba lebih besar perlu ditempuh strategi maximum selling

 

3)      Pendekatan Marjinal (marginal approach)

Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marjinal (MC) dengan penerimaan marjinal (MR)

Laba maksimum (atau kerugian minimal) dicapai apabila MR = MC

 

3.      Titik Gulung tikar (shut down point)

Dalam jangka pendek sebuah perusahaan harus menutup usahanya apabila harga jualnya berada dibawah biaya variabel per unit (P<AVC), jika output diperbanyak kerugian semakin besar

Dalam jangka panjang perusahaan harus menutup usahanya jika laba ekonomisnya dibawah nol (mengalami kerugian)

 

4.      Pemilihan ukuran pabrik

Perusahaan akan memilih suatu kapasitas pabrik untuk meminimumkan biaya dalam memproduksi suatu tingkat yang diinginkanya dalam jangka panjang

 

5.      Struktur pasar dan keputusan



 

(Ringkasan Materi) Perilaku Konsumen

 Perilaku Produsen

 2.1            Konsep Biaya Produksi

Salah satu maksimisasi keuntungan produsen/ perusahaan adalah dengan minimisasi biaya produksi.

Opporunity Cost, selisih biaya produksi tertinggi terhadap biaya produksi alternatif atas  sumber daya yang digunakan.

Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi) perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi.

Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi. 

 

 2.2      Hubungan Biaya Produksi dengan Hasil Produksi

Biaya = f (Q)        dimana Q = Output

Output = f(X)       dimana X = Input

Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output, besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan).

Perilaku biaya produksi , dipengaruhi;

1.     Karakteristik fungsi produksi

2.     Harga input yang digunakan dalam proses produksi.

 

 2.3      Analisis Biaya Produksi Jangka Pendek

           


Tiga konsep (fungsi) tentang biaya produksi, yaitu;

1.     Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost),

TFC = f (Konstan).

2.     Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost),

TVC = f (output atau Q).

3.     Total Cost (Total Cost),

TC = TFC + TVC

 

Biaya Rata-rata :

·        Average Fixed Cost,               

AFC = TFC/Q

 

·        Average Variabel Cost,

AVC = AVC/Q

 

·        Average Cost,



Biaya Marjinal (Marginal Cost);

MC = ∆TC/ ∆Q


Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek

·        Perubahan output menaik (Increasing return to input variable);

          fungsi output: Q = bX + cX2

 

          fungsi biaya:        TC = a +bQ – cQ2

                                      TVC = bQ – CQ2  ; TFC = a

                                      AC > AVC > MC

·        Perubahan output tetap (constan return to input variable);

          fungsi output:      Q = bX

 

          fungsi biaya:        TC = a + bQ

                                      TVC = bQ ; TFC = a

                                      AC > AVC = MC

·        Perubahan Output Menurun (Decreasing Return to input variable);

          fungsi output:      Q = bX – cX2

 

          fungsi biaya:        TC = a + bQ +cQ2

                                      TVC = bQ + cQ2 ; TFC = a

                                      MC > AC > AVC

·        Perubahan Output Menaik dan Menurun (Increasing Decreasing Return to input variable);

          fungsi output:      Q = bx + cX2 – dX3

 

          fungsi biaya:        TC = a + bQ – cQ2 + dQ3

                                      TVC = bQ – cQ2 + dQ3 ; TFC = a

                                      MC > AC > AVC

 

 2.4            Analisis Biaya Jangka Panjang (Long-run average cost atau LAC)

Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input tetap, seluruh biaya produksi adalah variabel.

Perilaku biaya produksi jangka panjang; keputusan penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam jangka pendek.

Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata jangka panjang (LAC), Biaya marjinal jangka panjang (LMC), yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC).

 

Perilaku Biaya Jangka Panjang


Long-run average cost (LAC), menunjukkan biaya rata-rata terendah dari kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan setiap tingkat output tertentu (least cost combination)



 

 2.5            Hubungan Biaya, Penerimaan dan Laba

Perencanaan produksi;

1.     Produk (output)

2.     Input

3.     Teknologi

 

Keuntungan produsen/perusahaan, selisih penerimaan terhadap pengeluaran (biaya)

Laba = TR – TC

TR = P x Q           TC = TFC + TVC

TFC = f (a)  a = konstanta

TVC = f (Q) maka fungsi biaya TC = a + bQ


 2.6            Istilah-Istilah

·        Biaya Oportunitas

·        Biaya Eksplisit

·        Biaya Implisit

·        Biaya Produksi Jangka Pendek

·        Biaya Produksi Jangka Panjang

·        Biaya Rata-rata (AC)

·        Biaya Marjinal (MC)

·        Biaya Total (TC)

·        Biaya Variabel (VC)

·        Biaya Tetap (FC)

·        Kurva Biaya

·        Penerimaan (Revenue)

·        Laba